1974-02-09 Lantik Empat Duta Besar, Presiden Soeharto: Prihatin Kegiatan Militer AS-Inggris di Diego Garcia

Lantik Empat Duta Besar, Presiden Soeharto: Prihatin Kegiatan Militer AS-Inggris di Diego Garcia[1]

SABTU, 9 FEBRUARI 1974, Selesai upacara penerimaan surat kepercayaan Duta Besar Bulgaria itu, bertempat di Istana Negara, Kepala Negara melantik empat orang duta besar yang baru. Keempat duta besar itu adalah Laksdya. RS Subiyakto untuk Birma, Brigjen. Moechlas Rowi untuk Turki, RM Sunadi untuk Polandia, dan Laksdya. Abdul Kadir untuk Tanzania.

Dalam amanatnya, Presiden mengatakan bahwa Indonesia mengikuti dengan penuh keprihatinan kegiatan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Inggris di Diego Garcia yang terletak di Samudera Indonesia. Langkah-langkah seperti itu bersifat negatif terhadap keinginan kita dan tidak menguntungkan arah perkembangan selanjutnya bagi perdamaian di sekitar wilayah ini.

Kepada para duta besar baru, dan setiap pegawai kedutaan dan warganegara Indonesia di luar negeri, Kepala Negara berpesan agar mereka, baik secara langsung maupun tidak langsung, ikut mensukseskan Repelita II. Dalam hubungan ini ditegaskan oleh Presiden bahwa seluruh semangat dan gerak pembangunan itu harus menjadi semangat dan gerak hidup kita semua, tanpa kecuali. (WNR)



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978”, hal 100. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.