Mei 312013
 

Perbincangan Empat Mata Presiden Soeharto-Lee Kuan Yew[1]

 

JUM’AT, 25 Mei 1973, Sore ini telah berlangsung pembicaraan empat mata antara Presiden Soeharto dengan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew, di Istana Merdeka. Pertemuan yang berlangsung setelah acara  tukar menukar cinderamata itu telah mengungkapkan jalan pikiran kedua pemimpin dan masalah yang dihadapi oleh kedua negara. Selepas pertemuan itu, dalam konferensi persnya, PM Lee Kuan Yew menjelaskan bahwa pembicarannya dengan Presiden Soeharto telah membawa hubungan kedua negara lebih dekat lagi dan memungkinkan saling pengertian. Ia menyatakan keyakinannya bahwa dibawah kepemimpinan Presiden Soeharto, Indonesia akan terus mencapai kemajuan. Juga diungkapkannya bahwa Presiden Soeharto menilai pembicaraan mereka sebagai sesuatu yang sangat bermanfaat bagi eratnya persahabatan dan kerjasama antara kedua bangsa.

Perdana Menteri dan Nyonya Lee Kuan Yew tiba dan disambut oleh Presiden dan Ibu Soeharto di Kemayoran pada pukul 09.00 pagi tadi. Kedua tamu negara itu akan berada di Indonesia selama tiga hari.

Presiden dan Ibu Soeharto malam ini di Istana Negara menyelenggarakan jamuan makan kenegaraan untuk menghormati kunjungan Perdana menteri dan Nyonya Lee Kuan Yeew. Dalam pidato sambutannya, Presiden mengatakan bahwa kerjasama antara bangsa-bangsa Asia Tenggara bukanlah suatu keinginan, melainkan suatu keharusan. Lebih jauh dikatakannya bahwa ASEAN sebenarnya mencerminkan semangat dan masa depan Asia Tenggara yang baru (AFR).



[1] Dikutip Langsung dari Buku Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978, hal. 22-23.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: