Nov 142013
 

Presiden Soeharto: Semua Kitab Suci Agama Besar Ajarkan Pembangunan Manusia dan Masyarakat[1]

 

SABTU, 6 NOVEMBER 1971 Presiden Soeharto malam ini menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an yang diadakan di Istana Negara. Dalam sambutannya Presiden mengatakan bahwa semua kitab suci dari agama besar lainnya juga mempunyai tujuan yang sama, yaitu membangun manusia dan masyarakatnya. Persamaan-persamaan itulah yang harus menjadi lapangan berpijak bersama bagi umat beragarria, lebih-lebih umat beragama di Indonesia yang sedang membangun. Indonesia sedang melaksanakan pembangunan, membangun masyarakat Indonesia oleh masyarakat Indonesia sendiri.

Presiden menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an penting bagi umat Islam di Indonesia, karena peristiwa besar yang terjadi sekitar tiga belas setengah abad yang lalu itu membawa pandangan-pandangan baru bagi umat manusia dan kemanusiaan. Ia membawa pandangan-pandangan baru bagi tata pergaulan hidup manusia dan membawa tuntutan-tuntutan serta harapan-harapan baru ke arah kehidupan yang lebih baik lahir dan batin, bagi seluruh umat manusia.

Berbicara tentang kehidupan yang lebih baik itu, Presiden mengatakan bahwa menurut perhitungan yang wajar, masyarakat adil dan makmur baru akan tercapai bila Indonesia berhasil melaksanakan lima atau enam tahap Repelita, jadi dua atau tiga dasawarsa lagi. Landasan masyarakat adil dan makmur itu dapat terwujud apabila keadaan ekonomi Indonesia telah mencapai taraf kemampuan yang memadai, dengan basis pertanian yang harus cukup kuat. Bila semua ini telah tercapai baru pada saat itulah Indonesia tiba pada landasan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan baru pada saat itu pula Indonesia dapat tegak di atas kemampuan sendiri, sehingga bantuan luar negeri secara bertahap dapat berakhir. (WNR).



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973”, hal 382. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: