Mar 042013
 

MENJAMU FOREIGN CORRESPONDENTS CLUB

(Menjelaskan Soal Pancasila dan Kerjasama Regional Asia Tenggara serta Penolakan Pangkalan Militer Asing di Asia Tenggara)[1]

SABTU, 30 MARET 1968, Pada jamuan makan siang yang diselenggarakan oleh Foreign Correspondents Club untuk menghurmati kunjungannya di Jepang, Presiden Soeharto memberikan penjelasan tentang Pancasila, politik dalam dan luar negeri RI, terutama yang berhubungan dnegan pembangunan di Indonesia. Dijelaskan oleh Presiden bahwa Indonesia memberikan prioritas kepada kerjasama regional dan pembangunan Asia Tenggara di bidang ekonomi, social dan kebudayaan. Ditegaskannya pula bahwa Indonesia tidak menghendaki pakta militer atau pangkalan militer asing di asia Tenggara. Akan tetapi Indonesia cukup realistis untuk dapat menerima pertimbangan dari negara-negara tetangganya bahwa pangkalan-pangkalan militer asing itu tidak dimaksud untuk merongrong kemerdekaan negara lain.

Catatan: Menurut Koos Arumdanie, Wartawan Senior Istana pada masa Presiden Soekarno-Presiden Soeharto, kunjungan Presiden Soeharto yang baru saja dilantik sebagai pejabat Presiden ke Jepang itu sebagai upaya menagih secara halus pampasan perang kepada Jepang yang akan dipergunakan untuk mendorong pertumbuhan perekonomian rakyat di Indonesia. Bukan sebagaimana dugaan publik selama ini yang mengasumsikan kunjungan tersebut untuk membuka kran penanaman modal asing di Indonesia. Penagihan pampasan perang tersebut ke publik dikemas dalam bahasa kerjasama RI-Jepang.



[1] Dikutip Langsung dari Buku Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973

%d bloggers like this: